Setiap pagi, Piko melukis awan di langit.
Kadang awannya berbentuk ikan.
Kadang berbentuk kelinci.
Setiap goresan kuas Piko membuat langit menjadi indah.
Semua hewan menyukai lukisannya.
Tapi suatu pagi…
Langit terlihat aneh.
Semua warna menghilang.
Piko mencoba melukis lagi.
Tapi kuas ajaibnya tidak mengeluarkan warna.
"Kenapa…?"
Piko memutuskan pergi ke Gunung Pelangi.
Katanya, semua warna berasal dari sana.
Perjalanan tidak mudah.
Kabut tebal menutupi jalan.
Piko terus berjalan meski takut.
Piko hampir menyerah.
Langit masih tetap abu-abu.
"Aku tidak bisa…"
Lalu Piko teringat sesuatu.
Warna bukan berasal dari kuas.
Warna berasal dari hati.
Piko melukis lagi.
Kali ini dengan senyum hangat.
Kuas bersinar lebih terang dari sebelumnya.
🌈 Tamat!
Perlahan, warna kembali memenuhi langit.
Awan berubah indah seperti dulu — bahkan lebih indah.
✨ Warna yang paling indah adalah warna yang datang dari hati yang tulus.